Ketua DPRD Sampaikan Apresiasi, Pemkab Kukar Berhasil Pertahankan WTP yang kelima
TENGGARONG,
Prestasi menggembirakan diraih Pemerintah Kutai Kartanegara. Untuk kelima kalinya, Pemkab Kukar mampu
mempertahankan predikat penilaian WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK-RI
Kaltim, atas pengelolaan keuangan.
Penghargaan
WTP tersebut diterima oleh Plt Bupati Edi Damansyah, belum lama ini.
Ketua
DPRD Kukar Salehudin SSos, SFil menyatakan, raihan WTP untuk yang kelima
kalinya adalah hasil kerja bersama, baik Eksekutif maupun DPRD selaku
penyelenggara pemerintahan di daerah.
WTP merupakan predikat tertinggi yang diberikan
oleh BPK. Sesuai dengan ketentuan UU Nomor 15 Tahun 2006, Pemeriksaan atas
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan daerah dilakukan oleh suatu badan
pemeriksa yang bebas dan mandiri, yaitu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK, red).
Menurut UU tersebut juga, BPK memiliki kewenangan untuk melakukan
tiga jenis pemeriksaan, yakni pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan
pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Pemeriksaan keuangan oleh BPK ditujukan
dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi
yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintahan, jelasnya.
“Aa yang didapat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai
Kartanegara terkait WTP, layak mendapatkan apresiasi dan wajib dipertahankan
dimasa yang akan datang. Saya yakin, kalau semua fihak baik eksekutif maupun
DPRD mampu besinergi dengan baik maka prestasi lainnya akan menyusul,”katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan terima kasih
kepada seluruh jajaran di sekretariat daerah dan OPD bahwa pertanggungjawaban
keuangan bisa diselesaikan dengan baik sehingga audit BPK memberikan penilaian
WTP. "Saya minta penghargaan ini harus terus dijaga dan ditingkatkan
dengan baik ke depan, bagaimana membangun komitmen atas pelaksanan fungsi tugas
masing, khususnya penyelenggaraan pembangunan di Kukar. Kita terus ingatkan
dalam setiap forum pertemuan terkait laporan keuangan," kata Edi.
Edi berharap, pencapaian ini tidak berhenti sampai pada opini WTP, tapi apa yang dicapai ini bisa menumbuhkan semangat dan tekad dalam melakukan efisiensi dengan baik dari segi penataan keuangan.
“WTP
bukan akhir, tapi bagaimana kita mewujudkan efisiensi anggaran, bagaimana APBD
mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh Kukar secara riil, ini jadi
komitmen kita, mari kita kawal bersama,” jelas Edi. Ia berharap, ada langkah
konkret dalam situasi seperti sekarang di mana pendapatan menurun drastis. Edi
mengemukakan, kondisi belum stabil di 2018. Ia mendorong, para kepala OPD
meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kondisi sekarang DBH (Dana
Bagi Hasil) menurun, PAD juga turun, Sehingga ia berharap setiap OPD mengelola
keuangannya dengan baik untuk meningkatkan PAD.”katanya.awi/poskotakaltimnews.com